Melihat Blue fire di Kawah Ijen & Main Sebentar ke Taman Nasional Baluran

Blue Fire di Kawah Ijen - Kamu tahu Blue Fire gak? itu tuh api yang berwarna biru kaya jurus apinya Zuko di kartun Avatar. Blue Fire ini cuma ada 2 di dunia, yaitu di Islandia dan Indonesia, yang ada di Indonesia terletak di Gunung Ijen, Banyuwangi. Sedangkan yang di Islandia gak tau sebelah mananya, karena belum pernah kesana, nanti kalau udah kesana saya kasih tau deh.
Sebenernya blue fire bukanlah api sungguhan, melainkan gas belerang yang bertemu dengan oksigen sehingga terjadilah fenomena ini.

Menuju Banyuwangi

Taman Nasional Baluran

Sebelum ke Kawah Ijen, saya mampir dulu ke Taman Nasional Baluran, karena sekalian mumpung lagi ada di Banyuwangi.
Berangkat dari kota Kediri pukul 23:00 menggunakan mini bus bersama teman dan rombongan yang lain, karena saya menggunakan jasa travel. Sebelumnya sih ingin pakai motor saja, tapi setelah dihitung-hitung dan di timbang-timbang menggunakan rumus aritmatika kuantum, sepertinya lebih murah menggunakan jasa travel, walau konsekuensinya jadi tidak bebas.

Perjalanan memakan waktu yang cukup lama, sekitar 7 jam untuk bisa sampai  Taman Nasional Baluran yang terletak di 4 wilayah, yaitu, Banyuputih,  Situbondo, Wongsorejo, dan Banyuwangi (sebelah utara). 

Ketika berada di dalam kawasan Taman Nasional Baluran, saya merasa seperti sedang berada di Afrika bagian kulon.


ikon taman nasioanl baluran
Taman Nasional Baluran





Banyak hal yang bisa kita lakukan di dalam kawasan Taman Nasional Baluran, diantaranya  adalah loncat salto menikmati Padang Savana Bekol, Bersantai di Pantai Bama yang di kuasai kerajaan kera, dan menghabiskan waktu di  Dermaga Mangrove Bama. 




savana bekol
Padang Savana Bekol

Sayang sekali, saya tidak sempat menaiki menara pengawas yang biasa digunakan untuk mengamati satwa-satwa yang berada disana. Oh iya, selama di baluran saya melihat hewan-hewan seperti rusa, kera, dan banteng, mana ya macannya?

Waktu yang tepat untuk mengunjungi baluran dan merasakan sensasi Afrika in Java, adalah pada musim kemarau, yaitu bulan Mei- Oktober.

Setelah puas bermain-main, perjalanan pun dilanjutkan menuju tujuan utama wisata, yaitu Kawah Ijen.

Menuju Gunung Ijen

Tadinya saya pikir Baluran dan Gunung Ijen jaraknya tidak terlalu jauh, tetapi menurut supir travel, perjalanan masih sekitar 8 jam lagi untuk bisa sampai kesana.

Sebenarnya secara pribadi saya tidak menikmati perjalanan menuju Gunung Ijen, karena tidak bisa merasakan secara langsung bagaimana sensai mengendarai kendaraan di medan yang menanjak dan juga berliku yang dilalui untuk bisa sampai ke Paltuding, yaitu pos masuk menuju kawasan Gunung Ijen. Saya cuma tingal duduk dan tiduran nyantai saja di mobil.

Sekitar pukul 21:30 sampai juga di Paltuding, singgah sejenak di warung-warung untuk istirahat dan menghangatkan diri dihadapan api unggun dari dinginnya malam di Ijen. Tak lupa juga untuk memasan makanan guna mengisi energi, karena tengah malam nanti akan mulai pendakian menuju kawah.


Menuju Puncak


Di depan pintu masuk menuju jalur pendakian, banyak para pendaki yang sedang bersiap-siap. Karena pendakian baru diperbolehkan sekitar pukul 12:00 atau 01:00 dinihari. 
Saya pun ikut menunggu bersama pendaki-pendaki yang lain, banyak saya lihat turis asing. 

Gerbang pun dibuka, para pendaki maju teratur memasuki pintu masuk, petugas loket sibuk memeriksa tiket.

Jalur pendakian saya rasa tidak terlalu sulit, walau tetap harus berhati-hati karena cukup licin. Lama pendakian untuk sampai puncak sekitar 3 jam, harus cepat-cepat karena tidak mau kehilangan moment melihat Blue Fire yang terkenal itu, karena jika lewat dari jam 5 shubuh akan sulit melihat blue fire karena adanya cahaya matahari juga asap belerang yang semakin tebal.

Di tengah jalan pendakian, saya bertemu sepasang pendaki yang berasal dari Prancis, sembari mendaki, kamipun mengobrol banyak hal. 
Mereka mengatakan setelah dari Ijen akan melanjutkan ke Bromo, karena seminggu sebelumnya saya dari Bromo Semeru  dan mereka menanyakan bagaimana cara untuk bisa sampai ke bromo, maka saya berikan sedikit panduan kepada mereka.

Bau belerang yang mulai menyengat cukup membuat sedikit sulit bernafas,untungnya banyak para penyedia jasa sewa masker yang bisa mereduksi bau belerang, harganya mulai dari 30rb.


Kawah Ijen


Sesampainya di puncak, masih harus turun ke Kawah agar bisa melihat Blue Fire dengan jelas, medan yang dilalui berupa berbatuan, sehingga sedikit menyulitkan. Jarak dari puncak atas menuju bagian bawah kawah sekitar 300 meter. 

Lampu senter para pendaki yang sedang menuruni kawah


Bisa dibayangkan betapa kerasnya perjuangan para penambang belerang yang bisa naik-turun kawah sambil memikul beban bawaan yang bisa sampai puluhan kilo.

Penambang belerang di dasar kawah

penambang ijen

Selain menambang, para penambang pun mencari penghasilan lain dengan menjual souvenir berupa belerang yang sudah dibentuk sedemikian rupa, sehingga bisa menarik minat pembeli.


Melihat Blue Fire


Daya tarik utama dari Ijen, Blue Fire. 
Suatu fenomena alam yang bisa mendatangkan rezeki bagi para penduduk sekitar. 

Blue Fire ini cuma ada 2 di dunia, yaitu di Islandia dan Indonesia, yang ada di Indonesia terletak di Gunung Ijen, Banyuwangi. Sedangkan yang di Islandia gak tau sebelah mananya, karena belum pernah kesana, nanti kalau udah kesana saya kasih tau deh.

Sebenernya blue fire bukanlah api sungguhan, melainkan gas belerang yang bertemu dengan oksigen sehingga terjadilah fenomena ini.

blue fire ijen
Temukan hal aneh dari foto ini

Para turis yang sedang berfoto dengan latar bluefire



Setelah puas melihat-lihat dan menghapus rasa penasaran akan Blue Fire, saya pun kembali mendaki ke atas untuk menikmati munculnya sunrise di pegunungan Ijen.

Sangatlah melelahkan untuk bisa kembali ke atas, selain karena medan-nya yang sulit, juga sering terjadi kemacetan antara yang ingin turun kebawah dan kembali ke atas. Disini saya melihat betapa tabah dan tegarnya para penambang, bagaimana tidak? selain harus mendaki mereka juga memikul beban bawaan yang bisa sampai 50kg, dan tahukan kamu berapa harga belerang yang dibawa oleh penambang? Rp.800 untuk setiap kilogram-nya.






Bertemu Masha walau tanpa The Bear


Saat sedang duduk bersantai menikmati pemandangan Pegunungan Ijen di pagi hari, sepasang gadis ras kaukasoid datang menghampiri, mereka meminta tolong untuk di foto, dari aksen bahasa inggris-nya, saya tebak kalau mereka sepertinya berasal dari Russia. Saya bisa tahu karena sering dengar bagaimana aksen orang Russia berbicara seperti di animasi kesukaanku Masha and The Bear yang sering ditonton.




Karena mungkin terpesona kepada saya yang seorang ras mongoloid + campuran ras arya bagian selatan timur, atau karena efek terkontaminasi asap belerang, mereka meminta saya untuk foto bersama.

Kira-kira beginilah pecakapan kami ketika ia meminta foto bersama

"hi let's takes picture with us!" dengan aksen russianya 😉

"okay, why not Mrs....?" tanyaku ingin tahu namanya 😳

"Nastya Petrova from Russia" kata gadis berambut pirang 😉

"And I, Kamsidin Ivanovic Kowalski." nama yang biasa saya gunakan di camfrog 😎

"For real??" tanyanya memastikan 😍

"Cyka Blyat" jawabku, yang membuatnya yakin bahwa itu memang nama saya 😘😘


Alay bener nih bule

Setelah itu ia memberikan alamat e-mailnya, meminta saya untuk mengirimkan fotonya nanti. Akan tetapi sampai saat ini belum bisa saya kirim, karena selalu gagal ketika mencoba mengirim. Adakah yang bisa membantu? 


Gunung Ijen memang luar biasa, pemandangan Kawah Kaldera-nya yang indah, aktifitas para penambang belerang yang menarik perhatian tersendiri, juga fenomena  blue fire menjadi magnet pagi para turis, baik lokal ataupun mancanegara untuk datang dan melihatnya secara langsung fenomena langka ini, yang hanya cuma ada 2 di dunia.

Hal itu kembali membuktikan bahwa Indonesia memang di anugerahi hal yang luar biasa oleh Tuhan YME, mari kita jaga dan rawat bersama apa yang telah tuhan titipkan untuk kita.








Biaya Selama Perjalan

  • Travel (inc. Tiket Baluran & Ijen)                  : Rp. 160.000
  • Sarapan di Baluran                                         : Rp. 15.000
  • Makan Siang masakan khas Banyuwangi      : Rp. 20.000
  • Beli Perbekalan (Minum, Cemilan)               : Rp. 20.000
  • Makan Malam Nasi Goreng di Paltuding      : Rp. 10.000
  • Sarapan Nasi Goreng  di Ijen                         : Rp. 10.000
  • Toilet                                                              : Rp. 5.000
Total:                                                                         Rp. 240.000

Komentar

Postingan Populer