Cara Menuju Ke Kampung Inggris Serta Tipsnya

Kali ini saya akan mengshare bagaimana Cara Menuju ke Kampung Inggris khusunya menggunakan jalur darat, serta tipsnya sebelum menuju kesana supaya perjalanannya selamat sentosa, diberkahi Tuhan Yang Maha Esa, dan juga yang tak kalah penting adalah meminimalisir biaya. #KereHore

Menuju Kampung Inggris Pare

Perjalanan menggunakan kereta api, dimulai dari Stasiun Cilegon menuju Stasiun Pasar Senen Jakarta kemudian dilanjutkan ke Stasiun Kediri - Kampung Inggris.


cara ke kampung inggris pare
by kampunginggris-ue.com


Stasiun Cilegon - Pasar Senen
Dari stasiun Cilegon menggunakan kereta api menuju Rangkasbitung pada pukul 13:00 WIB dan sampai 2 jam kemudian Pukul 15:00 .  Lalu dilanjutkan menggunakan KRL menuju Pasar Senen, pada pukul 17:20. Kereta yang akan saya tumpangi berangkat pada pukul 18:45. Jadi masih ada waktu sekitar 1jam lagi, saya gunakan untuk membeli makanan untuk di kereta, karena harga makanan cukup mahal ketika membeli di dalam.

Stasiun Pasar Senen - Kediri
Menggunakan Kereta Matarmaja Lebaran, kenapa lebaran? karena itu adalah gerbong kereta tambahan untuk mengangkut pemudik, karna sewaktu saya berangkat masih anget-angetnya suasana lebaran. Pencarian tiket Matarmaja ini cukup membuat sedikit desperate karena harga tiket murah yang sudah ludes terjual, dan yang tersisa tinggal tiket dengan harga yang tidak ramah dikantong! akan tetapi walau halangan rintangan semakin panjang membentang tak jadi masalah dan takan jadi beban pikiran hahayy... Sun Gokong is in the house~
Pada akhirnya saya bisa mendapatkan tiket kereta dengan harga yang cukup murah, caranya sering-sering me-refresh web tiket sepanjang hari kurang lebih 7 hari berturut-turut, padahal waktu pembelajaran akan dimulai beberapa hari lagi. dengan keyakinan teguh akan mendapatkan tiket murah, maka Tuhan menghendaki keinginan hambanya ini. Terimakasih Ya Allah mengabulkan do'a baim.

cara menuju kampung inggris
Tiket yang di dapatkan dengan merefresh berkali-kali

Kereta yang dijadwalkan berangkat pukul 18:45, mengalami delay selama 1 jam, tak cukup sampai disitu kereta mengalami trouble yang mengaharuskan kereta diperbaiki terlebih dahulu. Saya sampai memakan perbekalan yang seharusnya saya makan selama perjalanan di kereta karena saking lamanya, AHHHHHHH melayang duitku 50rb buat beli makan dikereta :(

TUTTTUTTT.... JESGUJESGUJES... kereta pun berangkat pada pukul 20:30, lama perjalanan sekitar 16 jam. Didalam gerbong ditemani para pemudik dan juga orang-orang yang ingin ke kampung inggris seperti saya. Karena perjalanan malam hari, saya jadi tidak bisa menikmati pemandangan jalur utara yang katanya indah itu, jadi saya putuskan untuk tidur saja.

Sinar jingga mentari pagi, dinginnya gerbong kereta, iler-iler yang kering, belek-belek yang menempel mesra, dan pemandangan sawah  yang membentang luas dilatarbelakangi gagahnya Gunung Merapi yang berdiri kokoh. Ternyata kami baru sampai di sekitar perbatasan Salatiga-Boyolali, masih lumayan jauh.
Dan beberapa jam kemudian kereta berhenti di tujuan akhir, yaitu Stasiun Kediri. Jawa Timur.

Stasiun Kediri - Kampung Inggris Pare
Dari stasiun tidak ada angkutan yang langsung bisa mengantarmu sampai ke kampung inggris, kecuali kamu mengguakan jasa penjemputan yang disediakan oleh lembaga kursus yang ditawarkan ketika mendaftar online. Tetapi saya tidak memilih itu, wong dengan 15rb saja sudah bisa sampai, sedang jika menggunakan jasa penjemputan dikenakan biaya berkisar 40-50rb.

Di depan stasiun banyak tukang ojek dan becak yang menawarkan jasanya untuk mengantarkan sampai ke KantorPos Kediri yang ada di Jl. Hasanudin, karena disini ada angkot atau bus yang akan menuju kampung inggris. Biaya becak berkisar sekitar 10-15rb. tetapi saya memilih jalan kaki saja karena hemat duit Go Green, juga jaraknya tidak terlalu jauh jika dilihat dari google maps. Tetapi kalau kamu punya uang lebih dan malas berjalan kaki, gunakan saja jasa becak kakek-kakek yang kalian temui, hitung-hitung membantu.


Jl. Hasanudin Tempat menunggu angkot/bis
Berjalan kaki sekitar 10 menit, sampai juga di Jl. Hasanudin. Melihat saya membawa tas, angkot berganti-gantian menawarkan jasanya. Tadinya saya memilih menggunakan bus saja menuju ke lokasi tujuan, karena ongkosnya cuma 5rb rupiah, tetapi setelah menunggu cukup lama sebentar, akhirnya saya putuskan menaiki angkot saja, karena angkot akan mengantarkan kita sampai ke lembaga kursus yang kita tuju. Sebuah keputusan yang tepat untuk tidak berjalan kaki menuju kampung inggris.


Jadi berapa biaya yang saya keluarkan untuk bisa sampai kesini?


Cilegon-Rangkas:    Rp. 3.000
Rangkas-Ps. Senen: Rp. 10.000
Kereta Matarmaja: Rp. 135.000
Angkot Ke Pare:      Rp. 15.000

Rp. 163.000


Menurutku sih masih kurang murah, barangkali jika lebih bersabar lagi bisa saja akan mendapatkan tiket yang 80rb haha



Mendaftar Kursus

Saya mendaftar secara online melalui website kampung-inggris.com disitu disediakan banyak pilihan lembaga kursus dan juga camp, lalu ourdaffodils.com karena lembaga kursus The Daffodils hanya menerima pendaftaran online melalui websitenya sendiri.



Bisa dilihat disitu biaya yang saya habiskan untuk kursus dan juga camp + biaya admin sebesar Rp. 400.000. Sebenarnya biaya itu masih bisa di tekan lagi, Caranya? 
  1. Jangan mendaftar online
  2. Cari lembaga kursus dan yang ingin kamu inginkan melalui media onlinenya. seperti Instagram, Facebook, Twitter, dll
  3. Hubungi kontak yang tertera di media sosialnya, dan pesan dengan melalui itu.
  4. Dan tara... kamu bisa menghemat sekian puluh ribu.
Kenapa bisa berbeda? karena web tersebut adalah penyedia jasa booking online. Sehingga ada biaya administrasi yang harus dibayarkan, berbeda halnya jika kita mendaftar secara mandiri. Dan belakangan saya ketahui kalu harga sewa camp yang saya tempati sebenarnya hanya Rp. 195.000 jika kita mendaftar secara langsung. sedangkan jika mendaftar di web tersebut harganya Rp. 225.000. 
Mari kita hitung perbedaan harganya..

Daftar secara Online
Kursus: 95.000
Camp  : 225.000
Admin: 80.000
Total   : 400.000

Daftar Secara Mandiri
Kursus: 95.000
Camp  : 195.00
Admin: 0
Total   : 290.000

See? Perbedaanya Rp. 110.00 jika kita mendaftar secara mandiri, lumayan kan buat jajan disana. Jadi mau pilih yang mana, tentukan sendiri.


Biaya Hidup

Biaya hidup disni meliputi biaya Makan, Laundry, Iuran, Sewa Sepeda, dll.

Makan
Gak perlu khawatir soal biaya makan, disini harga makanan lumayan terjangkau. dengan uang 5-7rb saja kamu sudah bisa kenyang dengan menu yang menggugah selera. 

Mari kita hitung, anggaplah sekali makan kamu menghabiskan Rp. 7000 (menu asoy)  x 3 = Rp. 21.000 x 30 = Rp. 630.000

Tetapi sebagai seorang minim budget, saya bisa menekan biaya tsb dengan tetap makan enak 3x sehari. Caranya? sering-seringlah berpetualang dari warung ke warung lain, maka niscahya kamu akan menemukannya.



Dan buat kamu yang anak jongkok atau nongkrong, disni banyak kok cafe-cafe kekinian yang tersebar diseluruh penjuru Kampung Inggris, dan hal ini juga yang sempat disinggung oleh seorang tutor saya yang asli Pare. Banyak cafe-cafe yang bukan dimiliki oleh penduduk asli, tetapi dimiliki oleh investor-investor asing. sedang penduduk asli hanya bermata pencaharian sebagai jasa laundry, kost, sewa sepeda dan sebagian besar lagi bermata pencahariaan sebagai petani atau peternak.


cafe pare




Laundry

Biaya Laundry sangat terjangkau, per Kilogramnya berkisar Rp. 3000-4000. atau kalau mau lebih hemat bisa mencuci sendiri.

Sewa Sepeda

Sepeda adalah alat transportasi utama yang digunakan untuk pergi dari satu tempat ke tempat lain.
Penyewaan sepeda tersebar dimana-mana dengan pilihan jenis sepeda yang beragam. semakin bagus sepeda makan makin mahal biaya sewanya. Saran saya, jangan pakai sepeda beroda tiga yang banyak tombol dibagian kemudinya dan jika di pencet akan berbunyi "family.. family... sepeda baruku" 🎵 

Harga sewa bervariasi, mulai dari 50-150rb tergantung sepeda yang kamu pilih.
Jika akan tinggal lama, misalnya 6bulan - 1tahun di pare, maka lebih baik kalau kamu membeli sepeda saja, dan jika sudah selesai masa belajarnya. kamu bisa menjual lagi sepeda tsb. Jika dihitung-hitung maka akan lebih murah.



Saya sendiri menghabiskan biaya sekitar 2 Jutaan, itu sudah termasuk biaya kursus, perjalanan menuju ke Pare, biaya hidup selama satu bulan, dan juga jalan-jalan.


Dan saya akan membagikan sedikit tips, supaya kamu yang ingin kesana gak mati gaya setelah sampai sana.

1. Datang Diwaktu Yang Tepat
Dalam hal ini jika kamu seorang Mahasiswa atau Pekerja yang sudah pasti bukan remaja lagi, dan merasa aneh jika berteman dengan anak-anak sekolahan, maka janganlah datang diwaktu liburan sekolah. Saya punya cerita, waktu itu ada seorang Pelaut gagah berani penerjang ombak ganas di samudera lepas yang datang ke pare pada saaat diwaktu yang tidak tepat, yaitu saat libur sekolah, walhasil orang tsb merasa konyol karena teman-teman kursusnya adalah anak-anak SMP yang paling baru bisa bermimipi basah, sedangkan pelaut tersebut sering membuat orang lain mendesah. #bukantulisansaya

2. Pilih Lembaga Kursus Yang Tepat
Biasanya terjadi ketika liburan telah dimulai, banyak lembaga kursus yang tidak jelas bermunculan.
Sebaiknya pilih lembaga kursus yang telah terkenal karena jelas kredibelitasnya.

2. Jadwal Kursus Yang Tepat
Hal ini dialamai oleh diri saya sendiri, dikarenakan adanya mis-informasi.
Jadwal kursus yang satu dengan jadwal kursus yang lainnya saling bentrok, terpaksa saya harus merelakan salah satunya gara tetap bisa mengikuti pelajaran. Jadi kamu pastikan terlebih dahulu tidak ada jadwal yang bentrok ya, sehingga belajarmu lebih maksimal.

3. Pilih Program Yang Tepat
Ketahui dulu kemampuanmu, pilihlah program yang menurutmu pas dengan kemampuanmu. Jangan malah kamu memilih program yang mudah tapi kemampuanmu lebih dari itu, dan itu membuatmu bosan dan akhirnya malas masuk kelas atau malah sebaliknya.

4. Pilih Jarak Yang Tepat
Jarak yang dimaksudkan disini adalah, jarak antara camp tempat kamu tinggal dan juga lembaga kursus yang kamu pilih, kalau bisa jangan terlalu jauh jaraknya, nanti kamu tired. Dan gak mungkin dong kita cuma kursus di satu tempat aja? kecuali kamu orangnya gak mau coba-coba, itu lain cerita. Nah pertimbangkan juga jarak antar tempat kursus dengan tempat kursus lainnya yang kamu ambil.

5. Jangan Maruk Kursus Yang Tepat
Oke, judul yang terakhir emang maksa.
Hal ini dialamai oleh teman sekamar saya, dia mengambil banyk sekali program kursus, dimulai dari jam 07:00 sampai dengan 17:00. hal ini membuatnya hanya sedikit memiliki waktu istirahat, dan membuat sulit mencerna materi karena saking banyaknya materi yang masuk dari berbagai program yang ia ambil.



Jadi, begitulah Cara Menuju Kampung Inggris dan tips-tips ala-ala yang semoga berguna bagi kamu yang ingin ke Kampung Inggris Pare.
Baca juga tentang pengalaman selama di kampung inggris di sini

Komentar

Postingan Populer